Saat ku hayati dentingan jam..
Tak ku sadari satu per satu sel-sel dalam tubuh
Kini tlah lisis..
Hingga jaringan perlahan demi perlahan
tak berfungsi
smakin ku hayati,,
smakin mrambat jlas dtlingaku
dentingan jam yang begitu lambat
dan organ tubuh pun kni mlai trasa rapuh
seakan terlepas tanpa permisi
dari individu yg tak lg mempunyai asa..
sakit..
perih..
air mata seakan tertetes dg sendiri..
nmun ku coba tuk menahan rsa skit yg mnerpah
ku cba tuk slimuti sgala rapuh dg senyuman
dg tawa
dg canda ria
tnpa menghiraukan
Pembuluh-pembuluh darahku yg tlah putus
Aliran-aliran darahku yg tlah trhenti..
Impuls-impuls sarafku yg sdah tak bertemu..
Hingga otak kini sdah tak mampu
Mnampakkan kecerdasannya..
Dan bibir hanya terkunci tnpa suara..
Semua itu menghampiri…
Dikala cinta tlah hbis kata…

keren puisinya.... mencerminkan isi hati saat u membuatnya... ia kan.....
BalasHapus